Beban ini begitu berat rasanya untuk dipikul sendiri. Ya....menjadi PJ. Ibadah. Tahun ajaran baru ini, saya ditunjuk menjadi PJ. Ibadah untuk siswa putri. Semua petugas shalat berjama'ah sudah di tentukan, imam, iqomah, pembaca doa dan petugas cadangan. Para walikelaspun sudah mendapat SK untuk bisa membimbing anak-anak di kelasnya. Bahkan ada buku catatan khusus untuk merekam siswi yang melanggar. Namun....... shalat berjama'ah belum optimal.
Masih banyak siswi yang cuek, tidakpeduli, pura-pura tidak tahu, berlambat-lambat, bahkan ada yang asyik ngobrol sambil makan, atayu aktivitas lainnya. Saat iqomah sudah dikumandangkan, imam sudah takbir .......tetap saja masih ada yang santai-santai saja.
Sedih.....rasanya . Melihat fenomena di atas. Apa yang salah ? Siapa yang salah ? Mengapa bisa seperti ini ? Padahal kita berada di sekolah Islam.
Saya Optimis. Pasti ada jalan. Ya..... seandainya semua guru putri, guru putra, karyawan, satpam, siswi dan semua komponen sekolah. Semuanya saling membantu untuk mengingatkan, merasa peduli, terpanggil, dan menjadi contoh. Insya Allah mungkin keadaan akan jauh lebih baik.
Mari kita menjadi sapu lidi dan bukan sebatang lidi.
"Dan Allah Menyatukan Hati Mereka"
15 tahun yang lalu
0 komentar:
Posting Komentar